Di kisahkan dalam sebuah cerita di musim hujan, cerita yang
tidak beralur tapi berjalan seperti derasnya hujan di saat adanya cerita ini
pun karena cerita ini sungguh tidak di pahami oleh sang penulis kenapa punya
ide untuk menulis sesuatu yang tidak jelas bahkan mungkin tidak bermutu namun
karena keinginan untuk melanjutkan cerita ini akhirnya penulis melanjutkan
cerita ini dengan harapan akan ada yang membaca sebuah cerita yang tidak jelas
maksud dan tujuannya menulis cerita seperti ini dan inilah ceritanya.
Di sebuah taman yang sangat luas dan indah termenung seorang diri wanita yang biasa-biasa saja namun menarik untuk di lihat karena mempunyai paras yang begitu enak untuk dilihat oleh setiap orang yang melihatnya. Entah apa yang sedang dia pikirkan di taman itu sedangkan saat itu hujan sedang turun begitu deras sampai akhirnya datanglah seorang lelaki yang sangat tampan paras dan rupanya duduk di sebelah wanita tersebut sambil meneduhi wanita tersebut dengan payung besar yang iya bawa dan kemudian tiba-tiba wanita tersebut dengan sedikit marah berkata :
Di sebuah taman yang sangat luas dan indah termenung seorang diri wanita yang biasa-biasa saja namun menarik untuk di lihat karena mempunyai paras yang begitu enak untuk dilihat oleh setiap orang yang melihatnya. Entah apa yang sedang dia pikirkan di taman itu sedangkan saat itu hujan sedang turun begitu deras sampai akhirnya datanglah seorang lelaki yang sangat tampan paras dan rupanya duduk di sebelah wanita tersebut sambil meneduhi wanita tersebut dengan payung besar yang iya bawa dan kemudian tiba-tiba wanita tersebut dengan sedikit marah berkata :
Cwe : gak enak banget
masa pacaran dicemburuin berlebihan padahal dia kan udah tau kalau aku ini
banyak temen cwonya, masih aja cemburu sama temen-temen aku seharusnya dia itu
bisa ngebedain mana pacar mana temen ini mah malah marah-marah aja gampang
baper
cwo : kalau menurut aku bukan salah cwonya juga sih, tapi kamunya kenapa
gampang banget nerima cwo padahalkan baru sekedar kenal doank belum mengenal
cwe : aku kenal ko sama orangnya, dia kan masih adik kelas aku dan dia tau
kalau aku tuh orangnya emang kaya gini tapi pas kita ngejalanin sebuah hubungan
pacaran gak selang waktu lama dia berubah begitu drastis.
Cwo : aku bilang kan kamu kenalnya cuma sekedar kenal secara tatap muka tapi
belum tau secara pribadi, karena mungkin saat itu belum pada waktunya karena
anak remaja seumuran kamu itu yang di ketahui tentang cinta hanya memandang dan
hanya rasa ingin memiliki tapi bukan untuk saling mengisi kekurangan dari orang
yang kamu cintai
cwe : hehe udahlah ka aku bingung ngomongin cwo mah
cwo : ehh jangan gitu loh terus kalau bukan cwo yang mau kamu omongin lantas
kamu mau ngomongin cwe
cwe : ya gak gitu juga ka, lagi malas aja bahas-bahas masalah pacar
cwo : ohh yaudah kalau gitu kita nyari bahasan yang lain aja
cwe : iya (masih dalam keadaan yang sangat menyedihkan yang terlihat dari raut
wajahnya)
cwo : jalan aja yuks, bete nih seharian ini di rumah aja
cwe : males ah hujan
cwo : lah emang kenapa kalau hujan?
Cwe : gak mau takut sakit
cwo : tenang aja kan pake jaket dan payung
cwe : gak mau ah
cwo : yaudah deh kalau gak mau mah aku jalan sendiri aja ( dalam hati berkata :
coba seandainya kamu bisa ngasih aku satu kesempatan pasti gak bakalan aku
sia-siain)
Namun laki-laki tersebut akhirnya memutuskan untuk pergi
sendiri dengan kekecewaan yang mendalam dari hatinya dan berharap wanita
tersebut berubah pikiran atas keputusannya namun apa yang dia dapat tetap
penolakan dan kekecewaan yang selalu dia bawa dalam langkah kakinya dan
berharap hujan yang turun menghapus tentang nya. Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar