SELAMAT DATANG DI ESEREKETET ASERENGENEN Aki Aki Kajepet Nini Nini Ngahenen - ESEREKETET ASERENGENEN - ESEREKETETASERENGENEN - ESEREKETET ASERENGENEN - ESEREKETET ASERENGENEN - ESEREKETET ASERENGENEN - ESEREKETET ASERENGENEN - ESEREKETET ASERENGENEN - ESEREKETET ASERENGENEN

Senin, 03 April 2017

KENTUT

Di suatu tempat yang ramai terlihat sekumpulan anak muda yang tengah asyik mengobrol di sebuah warung kopi yang berada di ujung jalan sebrang pengkolan depan toko swalayan ketika matahari senja datang dengan perasaan senang dan gembira karena tawa dan canda sekumpulan anak muda yang kita sebut saja Kiki, Entis, Noval, Tatang, Udin, Tajul dengan kekasihnya di kagetkan dengan suatu peristiwa yang mengejutkan semua orang yang  berada disana karena entah sengaja atau tidak Kiki dengan muka lugunya mengeluarkan suara seperti ledakan tapi tidak sedahsyat bom Nagasaki dan Hirosima di Jepang yang menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa ini tapi suara ledakan ini cukup untuk menghancurkan sekumpulan anak muda tersebut  namun mereka masih tetap berada disitu dengan posisi yang berbeda dari sebelumnya yang tadinya duduk kini beranjak dari tempat duduknya dari yang tadinya sedang makan sejenak menghentikan makanan yang tengah ia santap dll sehingga terjadilah saling tuduh menuduh diantara mereka atas suara tersebut yang menjadikan tempat itu semakin ramai atas aksi tuduh menuduh mereka, masih dalam kondisi ramai karena aksi saling tuduk menuduh diantara mereka, kini mereka kembali di kagetkan oleh suara yang masih mirip dengan suara ledakan sebelumnya  namun kini yang terdengar 2 kali lebih banyak dan tentunya lebih dahsyat dari suara sebelumnya yang mengakibatkan tuduhan dan cemohan yang terjadi di antara mereka kini terhenti dan semua mata tertuju pada seorang bapak-bapak  yang tengah menikmati gorengan yang disantapnya dengan secangkir kopi berada tepat di depannya sambil mengunyah gorengan dengan perasaan tidak bersalah bapak-bapak itu melirik kearah sekumpulan anak muda tersebut dengan memberikan sedikit senyuman pelepas kesalahannya namun apa yang terjadi sekumpulan anak muda tersebut dengan suara yang lebih keras dan tentunya lebih banyak lagi membalas suara itu seakan tidak mau kalah dari bapak-bapak itu yang di mulai dari Kiki lagi yang mengeluarkan suara mirip suara senapan angin yang ditembakan ke arah musuh ttuuussss bunyinya, kemudian dilanjutkan oleh Entis yang mengeluarkan suara mirip suara drum kosong yang ditabuh drumdrumdrum, selanjutnya Noval dengan muka melasnya mencoba meneruskan dengan mengeluarkan suara mirip orang sedang mengetuk pintu tuk. . .tuk . . .tuk, sehingga Tatang pun tidak mau kalah dari mereka semua dia mengeluarkan suara yang mirip sebuah bajaj yang berhenti karena mogog treeett . .treeet ..  .treeet (kira-kira seperti itu), Udin yang merasa tidak mau ketinggalan mengeluarkan suara mirip klakson mobil yang akinya soak ttoooooottthh. . .toth . . . dan terakhir Tajul yang tidak mau kalah mencoba menggeser duduknya sedikit dari kekasih yang berada di sampingnya dengan muka yang sedikit ngeden Tajul mengeluarkan suara yang mirip banget sama suara terompet pencat silat ppreeeetttt. . . preett . .. preeet . . .. prrreeeeetttt . .. . pretttt (kurang lebih seperti itu) tersenyum malu ketika menoleh ke arah kekasih yang memukul manja terhadapnya dan dengan hidung yang ia tutup oleh jarinya berkata  “ihhh jorok kamu mah ikut-ikutan aja”,mereka semua akhirnya tertawa melihat kejadian itu dan dari seorang yang tidak lain adalah Noval celetuk berkata “ keluar sama isi-isinya kali itu mah” dan tiba-tiba  bapak-bapak itu menghelakan nafasnya kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk membayar gorengan dan secangkir kopi yang tadi ia santap sambil tertawa ia berjalan dengan gagah menuju ke arah motor yang terparkir tidak jauh dari tempat duduknya ia berkata “ KENTUT AJA DI MASALAHIN, KELUARKAN AKHIRNYA “ sehingga sekumpulan anak muda itu semuanya ikut tertawa terbahak-bahak atas kejadian yang tadi mereka semua alami. Sekian    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar