Di suatu tempat yang ramai terlihat sekumpulan anak muda
yang tengah asyik mengobrol di sebuah warung kopi yang berada di ujung jalan
sebrang pengkolan depan toko swalayan ketika matahari senja datang dengan
perasaan senang dan gembira karena tawa dan canda sekumpulan anak muda yang
kita sebut saja Kiki, Entis, Noval, Tatang, Udin, Tajul dengan kekasihnya di
kagetkan dengan suatu peristiwa yang mengejutkan semua orang yang berada disana karena entah sengaja atau tidak Kiki
dengan muka lugunya mengeluarkan suara seperti ledakan tapi tidak sedahsyat bom
Nagasaki dan Hirosima di Jepang yang menewaskan
sedikitnya 129.000 jiwa ini tapi suara ledakan ini cukup untuk
menghancurkan sekumpulan anak muda tersebut namun mereka masih tetap berada disitu dengan
posisi yang berbeda dari sebelumnya yang tadinya duduk kini beranjak dari
tempat duduknya dari yang tadinya sedang makan sejenak menghentikan makanan
yang tengah ia santap dll sehingga terjadilah saling tuduh menuduh diantara
mereka atas suara tersebut yang menjadikan tempat itu semakin ramai atas aksi
tuduh menuduh mereka, masih dalam kondisi ramai karena aksi saling tuduk
menuduh diantara mereka, kini mereka kembali di kagetkan oleh suara yang masih
mirip dengan suara ledakan sebelumnya
namun kini yang terdengar 2 kali lebih banyak dan tentunya lebih dahsyat
dari suara sebelumnya yang mengakibatkan tuduhan dan cemohan yang terjadi di
antara mereka kini terhenti dan semua mata tertuju pada seorang bapak-bapak yang tengah menikmati gorengan yang
disantapnya dengan secangkir kopi berada tepat di depannya sambil mengunyah
gorengan dengan perasaan tidak bersalah bapak-bapak itu melirik kearah
sekumpulan anak muda tersebut dengan memberikan sedikit senyuman pelepas
kesalahannya namun apa yang terjadi sekumpulan anak muda tersebut dengan suara
yang lebih keras dan tentunya lebih banyak lagi membalas suara itu seakan tidak
mau kalah dari bapak-bapak itu yang di mulai dari Kiki lagi yang mengeluarkan
suara mirip suara senapan angin yang ditembakan ke arah musuh ttuuussss
bunyinya, kemudian dilanjutkan oleh Entis yang mengeluarkan suara mirip suara
drum kosong yang ditabuh drumdrumdrum, selanjutnya Noval dengan muka melasnya
mencoba meneruskan dengan mengeluarkan suara mirip orang sedang mengetuk pintu
tuk. . .tuk . . .tuk, sehingga Tatang pun tidak mau kalah dari mereka semua dia
mengeluarkan suara yang mirip sebuah bajaj yang berhenti karena mogog treeett .
.treeet .. .treeet (kira-kira seperti
itu), Udin yang merasa tidak mau ketinggalan mengeluarkan suara mirip klakson
mobil yang akinya soak ttoooooottthh. . .toth . . . dan terakhir Tajul yang
tidak mau kalah mencoba menggeser duduknya sedikit dari kekasih yang berada di
sampingnya dengan muka yang sedikit ngeden Tajul mengeluarkan suara yang mirip
banget sama suara terompet pencat silat ppreeeetttt. . . preett . .. preeet . .
.. prrreeeeetttt . .. . pretttt (kurang lebih seperti itu) tersenyum malu
ketika menoleh ke arah kekasih yang memukul manja terhadapnya dan dengan hidung
yang ia tutup oleh jarinya berkata “ihhh
jorok kamu mah ikut-ikutan aja”,mereka semua akhirnya tertawa melihat kejadian
itu dan dari seorang yang tidak lain adalah Noval celetuk berkata “ keluar sama
isi-isinya kali itu mah” dan tiba-tiba bapak-bapak
itu menghelakan nafasnya kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk membayar
gorengan dan secangkir kopi yang tadi ia santap sambil tertawa ia berjalan
dengan gagah menuju ke arah motor yang terparkir tidak jauh dari tempat
duduknya ia berkata “ KENTUT AJA DI MASALAHIN, KELUARKAN AKHIRNYA “ sehingga
sekumpulan anak muda itu semuanya ikut tertawa terbahak-bahak atas kejadian
yang tadi mereka semua alami. Sekian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar